MENYAMBUNG HIDUP SESAMA MELALUI DONOR DARAH

KKN STAI GROBOGAN Bekerjasama Dengan PMI dan Pemerintah Desa Tanggungharjo Mengadakan Donor Darah Untuk Kebersamaan

Penyumbang darah atau pendonor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Terdapat dua jenis donor darah, yaitu donor darah pengganti, dan donor darah langsung.

Baru-baru ini Mahasiswa yang sedang KKN di Posko 2 Desa Tanggungharjo dari Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan bekerjasama dengan PMI Purwodadi menyelenggarakan Penggalangan Donor Darah yang diselenggarakan di Balai Desa Pemerintah Desa Tanggungharjo.

Penyumbangan darah biasa dilakukan rutin di Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat maupun Unit Donor Darah di daerah. Dan setiap beberapa waktu, ada pula penggalangan penyumbangan darah yang diadakan di tempat-tempat keramaian, seperti di pusat perbelanjaan, perusahaan tempat ibadah, serta sekolah dan universitas secara sukarela. Pada acara ini, para calon penyumbang datang dan menyumbang tanpa harus mengkhususkan diri mendatangi pusat penyumbangan darah dengan memanfaatkan sistem informasi atau secara online. Selain itu, bank darah sudah mobil penyumbangan darah (mobile unit) yang digunakan untuk tempat menyumbang.

Syarat Menjadi Penyumbang darah

Untuk dapat menyumbangkan darah, seseorang mengisi formulir pendaftaran dan secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Calon penyumbang harus berusia 17-65 tahun,
  3. Berat badan minimal 45 kg
  4. Kadar hemoglobin >12,5 gr% sampai dengan 17,0g%
  5. Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg ]]) dan (diastol) 70-100 mmHg
  6. Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius
  7. Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia)
  8. Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
  9. Rentang waktu penyumbang minimal 8 minggu atau 2 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 6 kali dalam 1 tahun)

Larangan Menjadi Penyumbang Darah

  1. Mempunyai penyakit jantung dan paru paru
  2. Menderita kanker
  3. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  4. Menderita kencing manis (diabetes militus)
  5. Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
  6. Menderita epilepsi dan sering kejang
  7. Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C.
  8. filis)
  9. Ketergantungan narkoba.
  10. Kecanduan minuman beralkohol
  11. Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS
  12. Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan

Keadaan yang Menunda Menjadi Penyumbang Darah

  1. Sedang sakit demam, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
  2. Setelah cabut gigi, jangka waktu menyumbangkan adalah 5 hari setelah sembuh.
  3. Setelah operasi kecil, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan.
  4. Setelah operasi besar, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
  5. Setelah melakukan tranfusi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 tahun.
  6. Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 tahun.
  7. Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
  8. Sedang hamil, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan setelah melahirkan.
  9. Sedang menyusui, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 bulan setelah berhenti menyusui.
  10. Setelah sakit malaria, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
  11. Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
  12. Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
  13. Bila sakit tipus, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan setelah sembuh.
  14. Setelah vaksin, jangka waktu menyumbangkan adalah 8 minggu.
  15. Ada gejala alergi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
  16. Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.

Panduan untuk Menyumbangkan Darah

  1. Tidur minimal 4 jam sebelum menyumbang.
  2. Makanlah 3 – 4 jam sebelum menyumbangkan darah. jangan menyumbangkan darah dengan perut kosong.
  3. Minum lebih banyak dari biasanya pada hari menyumbangkankan darah (paling sedikit 3 gelas)
  4. Setelah menyumbang beristirahat paling sedikit 10 menit sambil menikmati makanan penyumbang, sebelum kembali beraktivitas.
  5. Kembali bekerja setelah menyumbangkan darah, karena tidak berbahaya untuk kesehatan.
  6. Untuk menghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam.
  7. Banyak minum sampai 72 jam ke depan untuk mengembalikan stamina dan pulih.CopasWikepedia

SOSIALISASI HIV/AIDS

Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Bersama KKN Mahasiswa STAIG Di Posko 2 Desa Tanggungharjo Dengan Narasumber Bapak Maspuryanto, SKM.MM

HIV / AID,  bukan rahasia lagi kalau masalah ini sudah menjadi permasalahan dunia dan menurut data yang  dikutip di halaman website kementerian kesehatan sudah sekitar 35 juta meninggal dunia akibat virus HIV/ AIDS.

 Berbagai program diluncurkan untuk menjawab dan mencari solusi mengatasi permasalahan ancaman perkembangan epidemi ini.

Salah satu sasaran untuk meminimalisir ancaman HIV / AIDS adalah sosialisasi secara kontinyu khususnya kepada generasi remaja.  Mengapa remaja karena para remaja sifat keingin tahuannya sangat tinggi dan keinginan untuk mencoba-coba sangatlah tinggi. Setidaknya informasi tentang penyebaran HIV /AIDS dikalangan remaja dapat menambah kontribusi positip penyelesaian problem epidemi penyakit mematikan ini.

Ada beberapa poin yang dapat diambil dari penyuluhan atau sosialisasi HIV / AIDS terhadap remaja dan masyarakat.  Pertama,  pemahaman konsep tentang HIV / AIDS dapat dipahami secara proporsional. 

Mulai dari definisi, penyebab munculnya penyakit,  gejala-gejala, cara mendeteksi,  pola penularan,  pola berkembangnya penyakit,  sikap antisipasi,  pencegahan,  serta bagaimana mengkondisikan diri agar berperilaku konstruktif terhadap realita epidemi tersebut.

Pemahaman yang kurang terhadap beberapa hal yang berhubungan dengan penyakit ini,  membawa kondisi kurang konstruktif sebagai misal sikap diskriminatif berlebihan karena tidak ingin tertular, serta berkembangnya budaya perilaku sesaat,  yang mengedepankan kesenangan berlebih yang sesungguhnya menjadi awal berkenbangnya HIV/ AIDS.

Visi misi perlindungan anak untuk mendapatkan pelayanan maksimal terhadap kemungkinan, terjadinya permasalahan dan dampak negatif yang akan terjadi menjadi bentuk tanggung jawab pelayanan prima atas kepentingan masa depan generasi.  Sehingga sangat relefan bila mana remaja di sekolah menjadi subyek sasaran yang urgen untuk  dijamin keterlaksanaannya. 

HIV/ AIDS membutuhkan uluran tangan dari berbagai elemen untuk terus melakukan aksi baik pencegahan,  perlakuan yang tepat terhadap korban,  serta mengupayakan perbaikan menuju kondisi berkurangnya korban HIV/AIDS di kelak kemudian hari. CopasKomp.

PENYAMBUTAN KKN STAIG

Peserta KKN Dari Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) Posko 2 Desa Tanggungharjo

Bertempatan di Kantor Desa Tanggungharjo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG)  mengadakan acara Penyambutan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) yang disambut hangat dan baik oleh Bapak kepala Desa, Sekretaris Desa, Staf Desa dan para Kepala Dusun Desa Tanggungharjo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.

KKN STAIG yang bertempat di Desa Tanggungharjo mengusung Teama “Meningkatkan Kemandirian Desa Dengan Pemberdayaan Masyarakat”

Dengan mengusung tema kegiatan KKN tersebut para mahasiswa mempunyai harapan dengan kehadiran para peserta KKN Mahasiswa STAIG dapat menyumbangkan pemikiran atau gagasan tentang pemberdayaan masyarakat menuju Desa yang mandiri. Doc. Koen

SENAM BERSAMAMU ITU INDAH

TP PKK, Mahasiswa STAIG Dan Masyarakat Desa Tanggungharjo Senam Bersama Di Hari Minggu

Kader Posyandu Desa Tanggungharjo  telah mengadakan senam sehat yang dilaksanakan di GOR Desa Tanggungharjo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Senam dihadiri oleh  ibu-ibu Kader Posyandu maupun bukan kader Posyandu serta Mahasiswa STAIG yang sedang KKN di Desa Tanggungharjo karena ini adalah sifatnya untuk umum jadi semua kalangan masyarakat biasa mengikutinya. Kegiatan ini menjadi meriah manakala diikuti oleh ibu-ibu yang notabene belum pernah senam sehingga gerakannya masih kaku, sehingga menimbulkan gelak tawa bagi rekan-rekannya sendiri.

Dihubungi ditempat kegiatan, Ibu Sri Sudarmini  Ketua TP PKK Desa Tanggungharjo selaku penggerak ide senam ini mengatakan “ hal itu tidak menjadi masalah meski gerakan masih kaku, yang penting semangat untuk berolahraga dan menjaga kesehatan badan selalu ada, karena kegiatan ini sifatnya umum dan bertujuan untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakan olahraga itu sendiri”

Masyarakat merespons baik kegiatan ini. “Saya sangat senang ada acara ini. Saya pulang kerja langsung kesini,” tutur salah satu ibu yang ikut menghadiri kegiatan senam, dan salah seorang warga ikut menyumbangkan ide apabila kegiatan ini juga disertai doorprize mungkin lebih semangat ya, hahaha….

Harapan dari kegiatan ini yaitu masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan. Masyarakat, terutama ibu-ibu yang keseharian kegiatannya rata-rata hanya dihabiskan di rumah saja dapat melakukan refreshing diri dengan kegiatan senam. doc.Koen

BELAJAR TIDAK HARUS DI DALAM RUANGAN

KKN Mahasiswa STAIG Mengenalkan Belajar Luar Ruangan Di SD Desa Tanggungharjo

Mencari teknik pembelajaran untuk siswa Sekolah Dasar (SD) memang memerlukan pemikiran tersendiri. Ibaratnya sebuah taman, siswa SD harus belajar dengan sangat menyenangkan.

Kegiatan belajar mengajar juga harus dilaksanakan secara optimal agar mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, kemudian tujuan pengajaran akan berjalan aktif apabila peserta didik berusaha aktif mencapainya.

Belajar di luar menjadi pilihan untuk para siswa SD ini, agar pembelajaran menjadi disukai oleh siswa dan menghasilkan produk yang baik karena pembelajaran tidak dipaksakan atau terpaksa.

Banyak sekali teknik pembelajaran yang dikenal dalam pendidikan. Teknik pembelajaran sebagai jalan atau alat. Media yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai. Pengajaran yang dipilih haruslah sesuai dengan pelajaran yang digunakan seirama dengan pendekatan yang digunakan.

Outdoor Study (Pembelajaran di luar kelas) dipilih sebagai teknik yang cocok untuk pembelajaran siswa SD karena proses pembelajaran siswa harus benar-benar menyenangkan sehingga siswa betah untuk belajar. Hal ini menjadi salah satu upaya terciptanya pembelajaran yang terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya di kelas.

Pembelajaran di luar kelas menggunakan beberapa metode seperti, penugasan, tanya jawab, dan belajar sambil melakukan atau mempraktekkan situasi belajar sambil bermain .

Kelebihan belajar di luar kelas adalah:

1. Mendorong motivasi belajar .

Karena menggunakan seting di luar kelas, memandang langit, awan dengan pohon-pohon hijau , situasi alam, maka menimbulkan kegembiraan dan kesenangan,

2. Guru mampu menciptakan eksplorasi, menjadikan belajar seperti bermain.

Karena ruangnya berdekatan dengan alam, maka memungkinkan terciptanya eksplorasi di alam dengan inspirasi keadaan luar kelas.

3. Pembelajaran di luar kelas adalah pembelajaran konkrit. Siswa dihadapkan benda-benda yang nyata, tidak teoritis seperti menghadapi buku pelajaran.

Bila di dalam kelas siswa hanya berkutat dengan buku, di luar kelas bisa menjadi tempat menciptakan benda-benda konkrit yang teorinya ada di buku.

4. Mengerjakan aktifitas fisik dan kreatifitas karena menggunakan strategi belajar sambil melakukan pekerjaan.

Siswa menjadi sehat karena melibatkan aktifitas fisik. Juga, mereka menjadi kreatif karena di luar kelas itu dituntut untuk mengerjakan sesuatu.

Meskipun memerlukan perhatian ekstra dari guru pada saat pembelajaran dan gurupun juga akan ekstra energi, namun guru akan merasa puas hati dan puas badan. Puas hati karena mengadakan pembelajaran kongkrit. Puas badan karena secara fisik bergerak semua, mengeluarkan keringat, membakar lemak.CopasKompasiana

KAMI BERSAMAMU

Kegiatan KKN STAIG Bersama TP PKK Desa Tanggungharjo Dalam Kegiatan Posyandu Lansia

Pos Pelayanan Terpadu atau yang kita kenal dengan Posyandu sering kali identik dengan kegiatan untuk balita dan ibu hamil. Kini, manfaat dari Posyandu juga dapat dirasakan oleh lansia (lanjut usia) melalui program Kader Posyandu Lansia yang dicanangkan oleh Pemerintah Desa Tanggungharjo. “Melalui program ini, akan dibentuk kader yang dapat memberikan kegiatan positif bagi lansia dan diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan lansia tersebut” ujar Ketua TP PKK Desa Tanggungharjo Ibu SUDARMINI.

Dalam acara tersebut ikut juga dihadiri Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Grobogan (STAIG) yang sedang mengadakan KKN di Desa Tanggungharjo dan dalam sambutannya yang diwakili salah satu Mahasiswi yaitu Setyaningwati mengatakan “bahwa hidup itu harus tetap semangat meski usia menjelang senja, harus tetap menjaga kesehatan karena kesehatan adalah salah satu kenikmatan yang tak ternilai harganya yang diberikan ALLOH SWT kepada kita semua, jadi kita wajib mensyukurinya dan menjaganya baik-baik sebagai wujud rasa syukur kita”…….”tetap semangat ya bu…..”ujarnya sekali lagi…

Doc.Koen