PAJAK PBB DESA TANGGUNGHARJO

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan atau bangunan berdasarkan Undang-undang nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang nomor 12 Tahun 1994.2021.

Di Desa Tanggungharjo Kecamatan Grobogan pada Tahun 2022 ini pagu dari Pajak PBB adalah sebesar Rp. 195.775.208, terbagi di tiga Dusun di Desa Tanggungharjo yaitu : Dusun Sidomulyo, Dusun Krajan dan Dusun Sidoharjo. untuk penarikan Pajak PBB di Dusun diserahkan kepada Kepala Dusun msing-masing dengan metode yang berbeda pula.

Contohnya di Dusun Sidoharjo Kepala Dusunnya langsung mengunjungi dari rumah ke rumah, sekalian silaturahmi… katanya.

doc.koen

Jika dilihat dari sifatnya, Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pajak yang bersifat kebendaan. Artinya, besaran pajak terutang ditentukan dari keadaan objek yaitu bumi dan/atau bangunan. Sedangkan keadaan subjeknya tidak ikut menentukan besarnya barang.

Contoh objek bumi:

  • Sawah.
  • Ladang.
  • Kebun.
  • Tanah.
  • Pekarangan.
  • Tambang.

Contoh objek bangunan:

  • Rumah tinggal.
  • Bangunan usaha.
  • Gedung bertingkat.
  • Pusat perbelanjaan.
  • Pagar mewah.
  • Kolam renang.
  • Jalan tol.

Subjek Pajak Bumi dan Bangunan

Subjek PBB adalah orang pribadi dan badan yang secara nyata memiliki hal-hal berikut ini:

  • Mempunyai hak atas bumi.
  • Memperoleh manfaat atas bumi.
  • Memiliki bangunan.
  • Menguasai bangunan.
  • Memperoleh manfaat atas bangunan.
doc.koen

Tidak Termasuk Objek Pajak Bumi dan Bangunan

Ternyata, tidak semua objek bumi bangunan bisa dikenakan PBB. Terdapat juga objek pajak yang tidak dapat dikenakan PBB. Namun, objek pajak tersebut harus memiliki kriteria tertentu yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. Berikut ini daftar kriteria tersebut:

  • Objek pajak tersebut digunakan semata-mata untuk kepentingan umum dibidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan.
  • Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenis dengan hal tersebut.
  • Objek pajak  merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggemkbalaan yang dikuasai suatu desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.
  • Objek pajak digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsultan berdasarkan asas perlakuan timbal balik.
  • Objek pajak digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh menteri keuangan.

Undang-Undang yang Mengatur Pajak Bumi dan Bangunan

Pungutan atas PBB didasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan.

Kemudian, sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, maka kewenangan dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) telah diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

Sedangkan, untuk PBB sektor Pertambangan, Perhutanan, dan Perkebunan (PBB P3) masih di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Tarif Pajak Bumi dan Bangunan

Tarif pajak bumi dan bangunan yang berlaku sejak dahulu hingga saat ini masih sama, yakni sebesar 0,5%.

Cara Mendaftarkan Objek Pajak Bumi dan Bangunan

Bagi Anda yang ingin mendaftarkan objek PBB, baik untuk orang pribadi maupun badan, Anda harus mendaftarkan Objek Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi letak objek pajak yang akan Anda daftarkan.

Sesampainya di sana, Anda perlu meminta formulir Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) yang sudah tersedia secara gratis di KPP dan KP2KP setempat. Agar prosesnya berjalan dengan lancar, maka Anda juga perlu memahami hak dan kewajiban Anda sebagai pendaftar objek pajak bumi dan bangunan Anda.

REMBUK STUNTING

PEMERINTAH DESA TANGGUNGHRJO MENGADAKAN REMBUK STUNTING

Rembuk stunting berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat Desa dengan pemerintah Desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa.

doc.koen

Hadir sebagai narasumber kegiatan Rembuk Stunting di Desa Tanggungharjo adalah Bidan Desa yang sering disapa dengan sebutan Mbak Azizah dan Pendaping Desa yang biasa disapa Mbak Puput.

Adapun pemaparan dari Narasumber Bidan Desa meliputi : (1). pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah; dan (2). pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

doc.koen

Pemerintah Desa Tanggungharjo sendiri sangat mendukung kegiatan ini, karena kegiatan ini sangatlah penting untuk perkembangan kesehatan ditingkat Desa Tanggungharjo itu sendiri, memang benar secara manfaat tidaklah bisa dirasakan secara instan karena ini sifatnya bertahap atau untuk tujuan jangka panjang.

Sedangkan untuk penganggaran itu sendiri dianggarkan dari Sumber Dana Desa Tahun Anggaran 2022

Tujuan :

  1. Menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting kab/kota terintegrasi;
  2. Mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi;
  3. Membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten/kota

Output :

  1. Komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati/walikota, perwakilan DPRD, kepala desa, pimpinan OPD dan perwakilan sektor nonpemerintah dan masyarakat.
  2. Rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dilaksanakan pada tahun berjalan dan untuk dimuat dalam RKPD/Renja OPD tahun berikutnya.

Hasil kegiatan Rembuk Stunting menjadi dasar gerakan penurunan stunting kabupaten/kota melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggung jawab layanan dan partisipasi masyarakat.

Penanggung Jawab :

Bupati/Walikota sebagai penanggung jawab Aksi Integrasi mendelegasikan kewenangannya kepada Sekretaris Daerah untuk membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Rembuk Stunting.cp/doc.koen

SEDEKAH BUMI

DESA TANGGUNGHARJO MENGADAKAN SEDEKAH BUMI

doc.koen

Upacara Sedekah Bumi merupakan salah satu upacara adat berupa prosesi seserahan hasil bumi dari masyarakat kepada alam. Upacara ini biasanya ditandai dengan pesta rakyat yang diadakan di balai desa atau di lahan pertanian maupun tempat-tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat. Upacara ini sudah berlangsung turun termurun dari nenek moyang kita, dan berkembang di Pulau Jawa, terutama di wilayah yang kuat akan budaya agraris.

doc.koen

Rasa syukur kepada Sang Pencipta. Upacara ini masih banyak kita jumpai pada masyarakat di daerah pedesaan, yang kehidupannya ditopang dari sektor pertanian. Upacara Sedekah Bumi ini menjadi sarana ucapan terima kasih warga setempat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia yang diberikan. Seluruh penduduk berkumpul dengan penuh suka cita untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka melalui berbagai kegiatan ritual keagamaan dan pesta rakyat. Bagi masyarakat Jawa khususnya para kaum petani, tradisi sedekah bumi bukan sekedar rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan. Akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang mendalam. Selain mengajarkan rasa syukur, tradisi sedekah bumi juga mengajarkan pada kita bahwa manusia harus hidup harmonis dengan alam semesta.doc.koen

SEPAK BOLA

SERING MENDENGAR KATA SEPAK BOLA, LALU APASIH SEPAK BOLA ITU…..?

doc.koen

Salah satu permainan di Indonesia yang paling banyak peminatnya adalah sepak bola. Bahkan permainan yang satu ini boleh dibilang yang paling banyak diminati, mengingat di setiap pertandingan yang ada tidak pernah luput dari banyaknya penonton.

Sepak bola selain menjadi ajang olahraga, juga menjadi ajang hiburan bagi sebagian orang. Salah satu buktinya, banyak ditemukan cewek cowok yang mungkin tidak jago bermain bola namun rela berdesak-desakan ke stadion untuk nonton atau mendukung tim kesayangan. Dengan popularitasnya tersebut, apakah Grameds mengetahui apa itu pengertian sepak bola?

Nah agar punya insight lebih tentang permainan sepak bola, mari kita ketahui penjelasan lengkap seputar pengertian sepak bola, sejarah, peraturan, teknik dasar, manfaat hingga tokoh-tokoh sepak bola terkenal di Indonesia.

doc.koen

1. Pengertian Sepak Bola

Pengerian sepak bola adalah merujuk pada permainan yang dilakukan oleh dua tim berbeda, dengan komposisi pemain yang berada lapangan sebanyak sebelas orang. Dimana masing-masing tim berupaya untuk menang dan mencetak gol ke gawang lawan.

Dalam pengertian sepak bola kemudian permainan ini melibatkan pergerakan unsur fisik, mental, motorik kasar dan motorik halus, serta di bangun dengan kekuatan tim yang solid. Pergerakan semua unsur tersebut dilakukan untuk menjaga pergerakan bola tetap dinamis dan melewati garis gawang.

Adapun bola yang digunakan dalam permainan berbentuk oval, dimana setiap pergerakannya dilakukan setiap pemain menggunakan kaki dan hanya penjaga gawang (kiper) yang bisa menyentuh bola menggunakan tangan.

Momen dan peristiwa dari pertandingan sepak bola memang memberikan kesan yang tidak terlupakan, dan selalu menarik perhatian untuk di lihat gerakan demi gerakannya. Tidak salah sepakbola menjadi salah satu olahraga favorit di dunia.

Olahraga yang dimainkan oleh 250 juta orang di lebih dari 200 negara juga berkomitmen untuk menjadikan olahraga yang wajib dimiliki. Sehingga banyak suporter dan juga keluarga yang berkomitmen untuk tidak melewatkan pertandingan sepak bola, baik liga profesional maupun liga amatir.

doc.koen

2. Pengertian Sepak Bola Menurut Para Ahli

Menurut FIFA

FIFA (Federation Internationale de Football Association) mengungkapkan bahwa sepak bola adalah suatu permainan yang menggunakan bola sepak dan dimainkan oleh sebelas pemain dalam satu tim serta dimainkan di atas lapangan rumput atau turf dengan ukuran panjang lapangan 90-120 meter dan lebar 45-90 meter.

Muhajir

Menurut Muhajir, sepak bola adalah sebuah permainan dan olahhraga yang bisa dilakukan dengan cara menyepak bola untuk dimasukkan ke gawan lawan dan harus tetap menjaga gawang agar tidak kebobolan tim lawan.

Luxabacher

Menurut Luxabacher, sepak bola adalah sebuah pertandingan yang dimainkan oleh dua tim yang di mana setiap tim berjumlah 11 pemain. Setiap yang bertandinga harus bisa mempertahankan gawan agar tidak kemasukkan oleh lawan dan tetap harus menjebol gawang lawan.

Komaruddin

Komaruddin menyatakan bahwa sepak bola adalah suatu kegiatan fisik yang didalamnya memiliki banyak sekali pergerakan serta bisa dilihat dari taksonomi gerak umum. Selai itu, ia juga mengungkapkan bahwa gerakan dalam permainan sepak bola memiliki gerakan-gerakan dasar yang dapat menciptakan pola gerak secara lengkap, mulai dari pola gerak manipulasi, lokomotor, dan nonlokomotor.

3. Sejarah Permainan Sepak Bola

Setelah menegtahui pengertian sepak bola diatas, bagiamana sejarah sepak bola hingga populer hingga sekarang? Berdasarkan sumber yang dikutip pada situs Football History, kehadiran Permainan sepak bola terjadi di China sekitar abad ke-3 dan 2 SM dengan nama permainan Cuju. Dimana Cuju dimainkan dengan bentuk bola bundar di atas bidang tanah persegi. Banyak negara-negara yang mengklaim bahwa kehadiran sepak bola diawali dari mereka sendiri, seperti Yunani Kuno dan Roma.

Namun cerita yang banyak diakui permainan sepak bola populer pada abad ke-12, dimana pada abad ini sepak bola dimainkan di padang rumput dan jalanan Inggris. Seiring berjalannya waktu kemudian bermunculan klub sepak bola akan tetapi kehadiran Klub sepak bola yang diyakini ada sejak abad ke-15 tersebut terorganisir dengan baik dan tanpa status resmi.

doc.koen

Oleh karena itu cukup sulit untuk menentukan klub sepak bola yang pertama hadir di muka bumi ini. Beberapa sejarawan Inggris mempercayai bahwa terdapat klub profesional yang di bentuk di Inggris pada tahun 1862 dengan nama klub Inggris Notts County. Setahun kemudian sepak bola modern lahir pada tahun 1863 ketika Asosiasi Sepak Bola Inggris didirikan.

Sejak setelah itu pada tahun 1883 dilangsungkan turnamen internasional pertama yang melibatkan empat negara yaitu Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Wales.

Meskipun sepakbola menjadi fenomena yang dan digandrungi dari Inggris, perlahan menyebar ke negara-negara Eropa lainnya. Pertandingan pertama pada tahun 1867 yang berlangsung di luar Eropa yaitu di Argentina.

Tepatnya pada 21 Mei 1904 Federation International Football Association (FIFA) didirikan, yang ditandatangani oleh tujuh negara yaitu Prancis, Belgia, Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss.

Meskipun Inggris identik dengan sejarah perkembangan sepak bola, akan tetapi mereka tidak turut serta bergabung sejak awal. Tetap saja, mereka bergabung pada tahun berikutnya.

Semakin digandrunginya olahraga sepak bola diprekuat dengan dimasukkannya sebagai olahraga resmi dalam olimpiade pada tahun 1908. Serta Piala dunia yang dilaksanakan pertama pada tahun 1930 semakin memperkuat olahraga yang sangat populer di kancah internasional. Hingga kemudian pada tahun 1996 sepak bola wanita ditambahkan untuk pertama kalinya.

4. Peraturan Yang Ada Pada Permainan Sepak Bola

Sebagai salah satu olahraga tertua di dunia juga yang paling banyak diminati untuk ditonton. Saat ini, game tersebut dimainkan di seluruh dunia oleh jutaan orang, dengan miliaran supporter. Tidak heran sepakbola hadir dalam berbagai konsep pertandingan, seperti Piala Dunia.

Selain itu terdapat turnamen-turnamen Euro Championships, Copa America dan Piala Afrika. Selain itu liga terkuat di Inggris (Liga Utama Inggris), Spanyol (La Liga), Italia (Serie A) dan Jerman (Bundesliga). DI tanah air Indonesia (Liga 1) sebagi liga terkuat.

Melihat antusias penduduk dunia terhadap sepak boleh harus berbarengan dengan aturan main, FIFA sebagai organisasi Internasional yang menaungi olahraga ini telah mengeluarkan aturan baku. Ketika kita berbicara soal pengertian sepak bola, selain bentuk permainan, maka kita juga perlu membicarakan soal bentuk peraturan dalam permainan ini.

Dimana aturan ini disebut sebagai Law of the Game yang menurut mereka berlaku untuk semua pertandingan baik tingkat internasional maupun pertandingan antara anak-anak kecil di desa terpencil.

Menurut mereka Bahwa Hukum harus berlaku sama di setiap pertandingan di setiap konfederasi, negara, kota dan desa di seluruh dunia. Karena dengan aturan yang diberlakukan dalam pertandingan adalah kekuatan besar yang harus dipertahankan demi kebaikan.

Dalam dokumen Law of the Game mereka memiliki filosofi dan spirit of the law dimana “pertandingan terbaik adalah pertandingan dimana wasit jarang dibutuhkan karena permainan penuh dengan rasa hormat satu sama lain”.

Pedoman ini adalah satu-satunya hukum sepak bola yang dianut oleh badan olahraga FIFA. Dalam aturan tersebut terdapat 17 pasal yang berlaku untuk pertandingan dimana aturan-aturan yang berkaitan dengan jumlah pemain yang harus dimiliki suatu tim, durasi pertandingan, ukuran lapangan dan bola, jenis dan sifat pelanggaran yang dapat diadili wasit, dan banyak aturan lain berkaitan dengan prinsip sepak bola.

Selama pertandingan, merupakan tugas wasit untuk menafsirkan dan menegakkan “prinsip” dalam permainan. Akan tetapi, secara umum dalam pertandingan sepak bola memiliki tujuan untuk mencetak sebanyak-banyaknya gol daripada lawan.

a. Peraturan Tentang Gol Yang Sah

Dimana aturan Pertama yang perlu diperhatikan adalah untuk memenangkan pertandingan bola harus masuk ke gawang lawan. Setiap tendangan yang mengarah ke gawang lawan harus diakhiri dengan melewati garis agar bisa menjadi gol yang sah. Gol dapat dicetak dengan bagian tubuh manapun selain dari tangan atau lengan hingga ke bahu.

b. Peraturan Tentang Waktu Permainan

Aturan umum yang perlu diperhatikan adalah waktu yang berlaku selama pertandingan adalah selama 90 menit. Selama pertandingan akan dibagi menjadi dua bagian, 45 menit pertama kemudian akan mengambil waktu selama 15 menit untuk melanjutkan permainan kedua selama 45 menit.

Ketika permainan berakhir imbang selama 90 menit berikut dengan tambahannya makan akan dilanjutkan adu penalti untuk menentukan pemenang. Dimana penalti ini dilakukan dalam kotak penalti dengan menendang bola ke arah gawang lawan.

c. Peraturan Tentang Jumlah Pemain

Aturan selanjutnya adalah jumlah pemain dalam setiap tim sebanyak 11 pemain. Terdiri sepuluh pemain lapangan dan satu penjaga gawang. Setiap tim dapat menyediakan hingga 7 pemain pengganti.

Pergantian pemain dapat dilakukan kapan saja dalam pertandingan dengan masing-masing tim dapat melakukan maksimal 3 pergantian pemain per sisi. Selain itu para pemain harus memakai equipment (peralatan) seperti mengenakan sepatu bola, bantalan tulang kering, dan jersey yang serasi. Selain itu penjaga gawang juga akan mengenakan sarung tangan empuk.

Dari setiap tim akan di tunjuk satu kapten, dimana kapten yang nantinya akan memakai karet kapten. Bola yang digunakan dalam permainan juga telah diatur dimana lingkaran harus memiliki ukuran lingkar 58-61 cm.

d. Peraturan Wasit dan Pemberian Kartu

Setiap pertandingan harus menyertakan satu wasit dan dua asisten wasit (hakim garis). Tugas wasit adalah bertindak sebagai penjaga waktu dan membuat keputusan apa pun yang mungkin perlu dibuat seperti pelanggaran, tendangan bebas, lemparan ke dalam, penalti, dan ditambahkan tepat waktu di akhir setiap babak.

Wasit dapat berkonsultasi dengan asisten wasit kapan saja dalam pertandingan mengenai keputusan. Merupakan tugas asisten wasit untuk menentukan offside dalam pertandingan (lihat di bawah), melempar ke dalam untuk salah satu tim dan juga membantu wasit dalam semua proses pengambilan keputusan jika sesuai.

Untuk pelanggaran yang dilakukan seorang pemain dapat diganjar dengan kartu kuning atau kartu merah tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Keputusan ini biasanya dilakukan atas dasar kebijakan wasit. Kedua kartu tersebut memiliki arti yang berbeda dimana kuning sebagai tanda peringatan, sedangkan kartu merah adalah hukuman untuk pemain yang melakukan pelanggaran berat biasanya ditandai dengan keluarnya pemain dari lapangan hijau.

Selain itu dua kartu kuning sama artinya dengan satu kartu merah. Kerugian bagi tim ketika terdapat salah satu pemain yang diganjar kartu merah, pasalnya secara otomatis mereka akan kehilangan satu pemain.doc.koen//cp

KARANG TARUNA

BERSAMA KARANG TARUNA MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG PRODUKTIF

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh, dan berkembang atas dasar kesadaran serta tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk generasi muda, yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

dok.koen

Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia di lingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga di mana telah pula diatur tentang struktur pengurus dan masa jabatan di masing-masing wilayah mulai dari Desa/ Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART nya diatur keanggotaannya mulai dari pemuda/i berusia mulai dari 11 – 45 tahun) dan batasan sebagai Pengurus adalah berusia mulai 17 – 35 tahun.

Karang Taruna didirikan dengan visi-misi tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.

dok.koen

Pengertian

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karang taruna adalah tempat berhimpun dan berkumpulnya para pemuda (remaja). Pada hakikatnya, karang taruna adalah wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda demi terwujudnya kesejahteraan.

Karang taruna mengemban misi tulus, ikhlas, dan penuh rasa manusiawi dalam upaya mengatasi segala bentuk permasalahan generasi muda. Peranannya senantiasa dibutuhkan kapan saja dan di mana saja demi terwujudnya masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda, bangsa, negara, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Berdasarkan Pasal 1 angka 14 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan (“Permendagri 5/2007), karang taruna adalah lembaga kemasyarakatan yang menjadi wadah pengembangan generasi muda, yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat, terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat.

Karang taruna bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial, yang secara fungsional dibina dan dikembangkan oleh Departemen Sosial. Karang taruna berangggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART-nya diatur keanggotaanya, mulai dari pemuda dan pemudi berusia mulai dari 11–40 tahun) dan batas sebagai pengurus adalah berusia 17–35 tahun.

Berpedoman dari pengertian di atas, karang taruna dapat didefinisikan sebagai berikut.

  1. Wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda;
  2. Tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial;
  3. Bergerak terutama di bidang kesejahteraan sosial;
  4. Dibina dan dikembangkan secara fungsional oleh Departemen Sosial.

Karang taruna berkedudukan di desa/kelurahan yang anggotanya berusia 17–40 tahun dengan sistem keanggotaan menganut stelsel pasif, dalam arti seluruh generasi muda dalam lingkungan desa/kelurahan adalah anggota karang taruna, yang selanjutnya disebut warga Karang Taruna yang aktif maupun pasif.

Semua anggota karang taruna memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan, suku, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan agama.

Berikut beberapa contoh tindakan yang dapat dilakukan oleh para pemuda-pemudi karang taruna untuk menyumbangkan hal besar kepada masyarakat.

  1. Melatih berorganisasi yang kompak dan sehat dengan ajang silaturahmi, misalnya mengadakan agenda kumpul bersama setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali untuk menjalin silahturahmi dan mempererat tali persaudaran, ditambah dengan diskusi bersama;
  2. Mengadakan kegiatan kerja bakti dan penataan lingkungan, misalnya mengadakan jumat bersih dan bersih masjid bersama setiap hari Minggu, atau jika tidak memungkinkan dengan cara melakukan bersih-bersih jalan setiap sebulan sekali dengan warga dan pemuda lainnya;
  3. Menggalakan penanaman apotek hidup dan warung hidup, misalnya mengajak ibu-ibu untuk menanam tanaman apotek hidup di halaman rumahnya atau media tanam tertentu;
  4. Mengadakan lomba-lomba setiap perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, misalnya lomba olahraga (voli, sepak bola, dan badminton), lomba keagamaan (hafalan surat pendek, puisi islami, azan, ceramah), lomba memasak, dan lain-lain;
  5. Mengadakan sekolah tambahan bersama anak-anak desa setempat setelah pulang sekolah, misalnya membuat kerajinan tangan dari bahan bekas yang masih bisa digunakan sebagai upaya memanfaatkan bahan bekas menjadi kerajinan untuk mengurangi sampah. Melalui kegiatan ini, nantinya diharapkan agar tercipta jiwa usaha dan kreatif, serta anak-anak dapat berkembang dengan baik;
  6. Mendirikan perpustakaan sederhana, misalnya memanfaatkan lokasi atau ruang yang tak terpakai untuk dijadikan taman baca sederhana desa setempat.

Masih banyak hal lain lagi yang dapat dilakukan dan dimanfaatkan oleh para pemuda anggota karang taruna sebagai usaha untuk meningkatkan perannya menjadi generasi penerus bangsa.

Visi dan misi

Menurut Direktorat Bina Karang Taruna (2005), visi dan misi karang taruna disebutkan sebagai berikut.

1. Visi

Karang taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan menjadi mitra organisasi lembaga, baik kepemudaan maupun pemerintah dalam pengembangan kreativitas. Kemampuan di bidang kesejahteraan sosial baik untuk masyarakat di lingkungan sekitar atau di wilayah lain.

2. Misi

  1. Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) demi masa depan yang lebih baik melalui bidang masyarakat dan menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah atau pihak lain, melalui pengembangan kelompok usaha;
  2. Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi warga desa pada umumnya dan khususnya generasi muda yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial di lingkungannya;
  3. Melestarikan kesenian daerah serta pengembangan minat untuk berolahraga;
  4. Meningkatkan peran pemuda dan perempuan serta memberikan kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum terhadap hak perempuan sebagai anak atau remaja, sebagai istri, dan sebagai ibu rumah tangga melalui sosialisasi pembangunan pemberdayaan perempuan yang melibatkan karang taruna;
  5. Terwujudnya pemuda dan pemudi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian, serta mampu berkreasi, berkarya, dan jujur sebagai acuan di masyarakat.
  6. Turut berpartisipasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan upaya antisipasif dalam rangka pencegahan penyakit.

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Tujuan dibentuknya karang taruna disebutkan sebagai berikut.

  1. Terwujudnya kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga karang taruna dalam mencegah, menagkal, menanggulangi, dan mengantisipasi berbagai masalah sosial yang muncul;
  2. Terbentuknya jiwa dan semangat perjuangan generasi muda yang terampil, berkepribadian, serta berpengetahuan;
  3. Tumbuhnya potensi dan kemampuan para generasi muda dalam rangka mengembangkan pemberdayaan warga;
  4. Termotivasinya setiap generasi muda untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat;
  5. Terjalinnya kerja sama di antara generasi muda dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi para pemuda dan masyarakat;
  6. Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda atau komunitas adat sederajat, yang memungkinkan terlaksananya fungsi sosial sebagai manusia yang bersifat membangun dan mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di lingkungannya;
  7. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda secara komprehensif, terpadu, terarah, dan berkesinambungan dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.

Menurut Permensos 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna disebutkan sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota masyarakat yang berkualitas, terampil, cerdas, inovatif, berkarakter, serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial dalam mencegah, menangkal, menanggulangi, dan mengantisipasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, khususnya generasi muda;
  2. Pengembangan usaha menuju kemandirian setiap anggota masyarakat, terutama generasi muda;
  3. Pengembangan kemitraan yang menjamin peningkatan kemampuan dan potensi generasi muda secara terarah dan berkesinambungan;
  4. Kualitas kesejahteraan sosial setiap anggota masyarakat, terutama generasi muda di desa/kelurahan secara terpadu, terarah, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa karang taruna didirikan agar para generasi muda lebih mudah dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, serta menjadikan generasi muda atau remaja memiliki sikap kedisiplinan yang tinggi dalam menjalani kehidupan pada masa yang akan datang.

Karang taruna juga berfungsi mendidik para generasi muda sebagai penerus bangsa yang ulet dan tangguh melalui berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bernilai positif.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Fungsi dibentuknya karang taruna disebutkan sebagai berikut.

  1. Sebagai penyelenggara terlaksananya usaha kesejahteraan sosial;
  2. Penyelenggara kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat;
  3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat, terutama bagi generasi muda di lingkungannya, baik secara komprehensif, terpadu, terarah, dan berkesinambungan;
  4. Penyelenggara kegiatan dalam hal pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya;
  5. Penanaman pengertian, memupuk, dan meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial generasi muda;
  6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial, dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);
  7. Pemupukan kreativitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis, produktif, dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.

Menurut uraian tersebut, dapat dimengerti bahwa karang taruna sangat besar manfaatnya dalam mencegah perilaku negatif dari para remaja. Sebagai wadah yang memelihara dan memupuk kreativitas generasi muda, karang taruna diharapkan dapat mengemban tugas, baik di bidang sosial kemasyarakatan maupun pemerintahan. Selain itu, karang taruna juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa persaudaraan antarremaja, sehingga mereka dapat terhindar dari perkelahian.

Tugas pokok

Menganggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial, terutama yang dihadapi para generasi muda, bersama-sama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya dalam rangka peningkatan taraf kesejahteraan sosial masyarakat.

Kedudukan fungsional

Sebagai organisasi sosial yang dikeloa dan mengelola anak muda (generasi muda), karang taruna memiliki landasan dalam bentuk Permensos RI yang memosisikannya menjadi komponen masyarakat fungsional. Prototipe ini tergambar sebagaimana Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pemberdayaan perempuan, Pramuka dalam gerakan kepanduan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pertolongan kemanusiaan.

Inilah yang menyebabkan kepengurusan karang taruna, yang merupakan organisasi fungsional serta dikukuhkan oleh Pembina/Kepala Daerah harus diselenggarakan dengan kondisi sebagai berikut.

  1. Memiliki sekretariat/kantor yang representatif;
  2. Memperoleh subsidi untuk pengeloaan organisasinya;
  3. Memiliki akses terdekat dengan program pemberdayaan sosial, khususnya dalam pembangunan kesejahteraan sosial;
  4. Memiliki hak untuk terlibat aktif dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan program-program kesejahteraan sosial;
  5. Memiliki akses kuat dalam membnagun kemitraan di internal instansi sosial di luar program pemberdayaan sosial;
  6. Memiliki akses yang signifikan dalam membangun kemitraan dengan instansi lain yang merupakan pembina teknis karang taruna;
  7. Menjadi ujung tombak pembangunan kesejahteraan sosial yang diberi kepercayaan penuh oleh pemerintah dan masyarakat.

Kepengurusan

Secara organisasi, karang taruna berdiri sendiri dan dikarenakan akar keberadaannya di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat, penguatan dan pemberdayaan kepengurusan (sebagai pelaksana fungsi karang taruna) juga berada di desa/kelurahan.

Pengurus di tingkat kecamatan sampai dengan nasional adalah pelaksana pengembangan dan penguatan jaringan antara karang taruna dan dengan pihak lain. Inilah yang menyebabkannya disebut dengan Forum Karang Taruna (FKT), dengan fungsi-fungsi sebagai berikut.

  1. Penyelenggara kemitraan program dengan instansi sosial dan teknis;
  2. Peyelenggara mekanisme pengambilan keputusan organisasi;
  3. Pengelola sistem informasi dan komunikasi;
  4. Pemberdaya, pengembang, dan penguat sistem jaringan kerjasama antara karang taruna dengan pihak lain yang terkait;
  5. Penyelenggara konsolidasi dan sosialisasi kebijakan;
  6. Penyelenggara koordinasi dan konsolidasi kegiatan penanggulangan permasalahan sosial, termasuk dengan unit teknis tersendiri;
  7. Pemelihara kesetiakawanan sosial, konsistensi, dan citra organisasi;
  8. Penyelenggara sistem dan koordinasi pengembangan SDM dan kaderisasi karang taruna;
  9. Penyelenggara sistem dan koordinasi pendampingan dan advokasi karang taruna;
  10. Penyelenggara sistem dan koordinasi pengembangan pelayanan kesejahteraan sosial dan kegiatan ekonomi. dok.koen