19 November 2019 Oleh heri 0

POSYANDU BALITA

Kegiatan Posyandu Untuk Balita


Kesehatan
 sebagai hak setiap orang, sebagai investasi, sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan dan ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen bangsa, agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat, mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal (pasal 28 H ayat 1 UUD 1945, dan UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan). Oleh karena itu pelayanan kesehatan yang holistik dan berkesinambungan menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan swasta.

Pelayanan kesehatan dilakukan untuk seluruh tahapan siklus hidup manusia (life cycle), sejak masih dalam kandungan, lahir, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa muda (usia produktif) dan lansia.

Posyandu sebagai sistem pelayanan terpadu antar program yang dinamis seperti program KB, kesehatan, dan berbagai program lainnya, dengan tujuan memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat 

Dalam posyandu yang diselenggarakan PKK Dusun setiap bulan, modal sosial itu berasal dari anggota Dasa Wisma (Dawis) adalah kelompok ibu-ibu minimal dari 10 Kepala Keluarga (KK), dan maksimal 20 KK rumah yang bertetangga untuk mempermudah pelaksanaan posyandu. Tugasnya menyiapkan menu makanan sehat untuk balita dan snack serta minuman untuk lansia. Kemudian kader kesehatan yang mendaftar, menimbang, mengukur tinggi badan, mencatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), dan memberi penjelasan. Inilah sebenarnya inti dan ujung tombak posyandu, berupa dawis sebagai modal sosial. Copas Kompasiana

“Kegiatan Posyandu baik balita maupun lansia sangatlah penting untuk mengetahui perkembangan kesehatan atau pertumbuhan bagi warga, selain itu di dalam kegiatan Posyandu di dalamnya terdapat kegiatan pemberian PMT bagi Lansia maupun Balita sebagai contoh makanan yang sehat dalam penerapan dalam kehidupan sehari-hari” Kata Ketua TP PKK Tanggungharjo Ibu Sri Sudarmini. doc kun