VAKSINASI SAPI UNTUK PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK)

KEGIATAN VAKSINASI UNTUK PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA SAPI DI DESA TANGGUNGHARJO

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya.

doc. koen

PMK disebut juga sebagai air borne disease karena sangat kecilnya virus ini mampu menyebar cepat dengan bantuan angin sampai ratusan kilometer. Penyakit mulut dan kuku tidak ditularkan ke manusia (bukan penyakit zoonosis), sehingga daging dan susu aman untuk dikonsumsi. Daging dan susu sapi yang dikonsumsi harus dengan pengolahan yang sempurna. Pengolahan ini penting demi mematikan virus yang terdapat di dagingnya sehingga bisa diminimalisir masuk ke tubuh manusia. Ini yang harus dipahami masyarakat bahwa tidak perlu takut mengkonsumsi daging dan susu, tapi harus diperhatikan pengolahan daging dan susu dengan benar sehingga virus menjadi in-aktif.

Baru-baru ini Pemerintah Desa Tanggungharjo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan menylenggarakan Vaksin untuk penyakit PMK tersebut, sebagai salah satu upaya pencegahan Penyakit menular yang sekarang baru menjangkit hewan ternak.

doc. koen

Mengingat besarnya potensi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh merebaknya PMK ini, maka sangat perlu upaya edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan dan penanganannya. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara biosekuriti dan medis.

  • Pencegahan dengan cara biosekuriti :
  1. Perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans
  2. Diupayakan pemotongan pada hewan terinfeksi, hewan baru sembuh, dan hewan-hewan yang kontak dengan agen PMK.
  3. Desinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi (perlengkapan kandang, mobil, baju dll)
  4. Musnahkan bangkai, sampah dan semua produk hewan pada area yang terinfeksi
  5. Tindakan karantina

Pencegahan dengan cara medis :

  • Untuk daerah tertular :
  1. Vaksin virus yang aktif mengandung adjuvant
  2. Kekebalan 6 bulan setelah dua kali pemberian vaksin, sebagian tergantung pada  antigen yang berhubungan antara vaksin dan strain yang sedang mewabah.
  • Untuk daerah bebas :
  1. Pengawasan lalu lintas ternak
  2. Pelarangan pemasukan ternak dari daerah tertular

Sedangkan upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Isolasi ternak sakit
  2. Pemberian antipiretik, analgesic
  3. Pemberian vitamin & suplemen ATP
  4. Pemberian antibiotic (Long Action)
  5. Kuku yang luka diberi obat semprot luka
  6. Bisa diberikan penguat lainnya (empon-empon)
  7. Pemberian obat dan vitamin perlu diulang sampai ternak sembuh
  8. Ternak sakit diupayakan bisa makan, meskipun nafsu makan menurun
  9. Ternak dewasa lebih dapat bertahan  dibandingkan dengan anakan. doc.koen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.